
WALI Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, mengonfirmasi bahwa banjir yang merendam simpang lampu merah Puri Kembangan dan kawasan Kembangan Selatan disebabkan oleh luapan Kali Angke. Hingga Selasa (5/4/2026) petang, debit air di aliran sungai tersebut dilaporkan masih tinggi.
“Terkait dengan persoalan banjir maupun genangan yang bertahan lama di area RT 01 RW 01 ini, memang kita melihat dari sisi luapan Kali Angke,” ujar Iin saat meninjau lokasi terdampak di Jakarta Barat.
Iin memastikan bahwa langkah penanganan darurat tengah dilakukan secara intensif. Pemerintah Kota Jakarta Barat telah mengerahkan armada dari Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota untuk membantu proses penyedotan air di titik-titik genangan.
“Kami segera melakukan pengurangan potensi genangan masuk ke dalam pemukiman dengan mengerahkan mobil-mobil Sudin Taman untuk penyedotan,” tambahnya.
Status Terkini: Kasudin SDA Jakarta Barat, Mustajab, menyatakan bahwa Pos Kali Angke saat ini berada pada status Siaga 2. Sebanyak 12 unit truk tangki telah diterjunkan sejak Selasa pagi untuk mengatasi genangan di kolong tol JORR W1.
Solusi Permanen: Saluran 1.050 Meter
Selain penanganan jangka pendek, Pemkot Jakarta Barat telah merancang solusi permanen untuk mengatasi banjir di kawasan kolong tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W1. Iin mengungkapkan rencana pembangunan saluran air sepanjang 1.050 meter yang akan mengalirkan air langsung ke Kali Angke.
Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu empat bulan dengan menggunakan skema pendanaan kolaboratif atau creative financing, yang menggabungkan dana CSR (Corporate Social Responsibility) dan APBD melalui Sudin SDA.
“Saluran ini harus dilakukan secara simultan dan paralel sampai ke Kali Angke. Kami targetkan empat bulan selesai,” tegas Iin.
Urgensi Normalisasi Pusat
Sementara itu, Plt. Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat, Mustajab, menjelaskan bahwa teknis banjir terjadi karena luapan Kali Angke masuk melalui dua inlet utama, yakni saluran penghubung (Phb) Tunas Muda dan Phb Pasar Minggu.
Namun, Mustajab menekankan bahwa pembangunan saluran di pinggir Jalan Outer Ring Road tidak akan maksimal tanpa adanya normalisasi Kali Angke secara menyeluruh oleh pemerintah pusat.
“Penyelesaian ini tidak bisa sepotong-sepotong. Kali Angke-nya harus dinormalisasi oleh pemerintah pusat. Kita harus bekerja bareng-bareng secara sistem agar masalah ini tuntas dari hulu ke hilir,” pungkas Mustajab. (Ant/H-4)
