Tuesday, September 22

Inovasi Pelumas Nabati Dorong Industri Lebih Ramah Lingkungan


Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Sukirno, M.Eng.(Dok UI)

UPAYA menghadirkan solusi industri yang lebih berkelanjutan terus berkembang, salah satunya melalui inovasi pelumas berbasis minyak nabati. Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Prof. Dr. Ir. Sukirno, M.Eng., menilai pelumas nabati memiliki potensi besar sebagai alternatif pengganti pelumas berbasis minyak bumi yang selama ini mendominasi industri.

Dalam orasi ilmiahnya bertajuk “Teknologi Pelumasan (Lubrication Technology): Produksi Pelumas Bio (Biobased) Berbasis Minyak Nabati dan Pilihan Aplikasinya” yang disampaikan di Balai Sidang UI, Sukirno menjelaskan bahwa pelumas memegang peran krusial dalam menjaga performa mesin.

“Tanpa pelumas yang baik, gesekan antarlogam akan meningkatkan panas, mempercepat keausan, dan berujung pada kerusakan. Pelumasan yang tepat membuat mesin lebih efisien dan berumur panjang,” ucap dia dikutip dari siaran pers yang diterima, Senin (4/5).

Selama ini, pelumas yang digunakan secara luas masih berbasis minyak bumi. Namun, penggunaan tersebut menimbulkan persoalan lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai. Sebaliknya, pelumas berbasis minyak nabati dinilai lebih ramah lingkungan karena memiliki tingkat biodegradabilitas yang tinggi, bahkan dapat terurai lebih dari 90%.

Selain itu, pelumas nabati memiliki sejumlah keunggulan teknis, seperti daya lekat yang lebih baik pada permukaan logam, stabilitas penggunaan yang relatif tinggi, tidak mudah menguap, serta memiliki titik nyala yang lebih tinggi sehingga lebih aman.

Meski demikian, Sukirno mengakui bahwa pelumas nabati masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal ketahanan terhadap suhu tinggi dan performa pada suhu rendah. Oleh karena itu, diperlukan inovasi lanjutan melalui rekayasa kimia untuk meningkatkan kualitas dan memperluas aplikasinya.

“Pengembangan aditif dan modifikasi struktur kimia menjadi kunci agar pelumas nabati bisa digunakan lebih luas, termasuk pada mesin dengan kondisi ekstrem,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelumas nabati sangat cocok digunakan pada aplikasi yang berpotensi mencemari lingkungan, seperti grease, oli hidrolik, cairan pemotongan logam, hingga oli mesin dua langkah. Pada jenis penggunaan ini, pelumas umumnya langsung terbuang ke lingkungan sehingga penggunaan bahan yang mudah terurai menjadi sangat penting. (E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *