
PERSEBARAN penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Klaten 2026 mengalami penurunan signifikan. Dinas Kesehatan Klaten mencatat 82 kasus dengan kematian nihil sampai minggu ke-16 tahun ini.
“Kasus DBD di Kabupaten Klaten 2026 turun drastis jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumya, yang mencapai 275 kasus dengan dua orang meninggal,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Klaten, Anggit Budiarto.
Penurunan signifikan kasus DBD di Kabupaten Klaten 2026, kata Anggit kepada Media Indonesia, Senin (4/5), adalah berkat kesadaran dan kepedulian masyarakat yang meningkat dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Selain PSN, penurunan drastis kasus DBD tahun ini, yang tercatat 82 kasus dan tidak ada kematian, juga atas peran aktif dan kerja keras para juru pemantau jentik nyamuk (jumantik) di seluruh wilayah Kabupaten Klaten.
“Peningkatan kesadaran dan kerja keras seluruh pihak, baik PSN maupun jumantik, serta percepatan penanganan medis yang dilakukan menjadi kunci utama penurunan signifikan kasus DBD di Kabupaten Klaten,” jelasnya.
Untuk antisipasi dan pencegahan persebaran DBD, Dinas Kesehatan Klaten juga terus giat melaksanakan sosialisasi dan edukasi di masyarakat tentang bahaya penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti.
“Meskipun kasus DBD telah menunjukkan tren penurunan yang signifikan, masyarakat diharapkan untuk tetap waspada. Langkah strategis yang perlu dilakukan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan PSN,” ujar Anggit Budiarto. (H-2)
