
KERAJAAN Belanda dan Universitas Syiah Kuala (USK) membahas kerjasama akademik dan masa depan pendidikan tinggi. Pertuan itu dilakukan pada kesempatan kunjungan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Adriaan Palm, dalam kegiatan guest lecture ke kampus USK di Darussalam Banda Aceh, pada Rabu (6/5) kemarin.
Ini merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring internasional dan memperluas kerja sama pendidikan, riset. Lalu pertukaran pengetahuan antara kedua negara.
Rektor Universitas Syiah Kuala (USK), Profesor Mirza Tabrani melalui Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Profesor Agussabti, dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas kunjungan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia itu.
Dikatakannya, hubungan Indonesia dan Belanda, dalam bidang pendidikan tinggi, riset, dan pengembangan sumber daya manusia, telah terjalin cukup lama. Kemudian telah memberikan kontribusi positif bagi kemajuan akademik kedua negara.
“USK sangat menghargai hubungan persahabatan dan kerja sama konstruktif antara Indonesia dan Kerajaan Belanda, khususnya dalam pengembangan pendidikan, riset ilmiah, dan pertukaran budaya. Kolaborasi ini telah membuka banyak peluang penting dalam berbagi pengetahuan, penguatan kapasitas akademik, serta pengembangan jejaring internasional,” kata Prof Agussabti.
Sebagai diantara satu perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) di Indonesia, USK terus berkomitmen memperkuat internasionalisasi kampus melalui pengembangan pendidikan berkualitas dan riset. Kemudian berdampak bagi masyarakat, serta kemitraan strategis dengan berbagai institusi internasional.
Dikatakan Agussabti, Belanda merupakan mitra penting pengembangan pendidikan tinggi dan inovasi akademik. Kini USK telah menjalin sejumlah kerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga di Belanda.
Baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa. Selain itu, banyak dosen USK adalah alumni perguruan tinggi di Belanda, sehingga menjadi fondasi kuat mempererat hubungan akademik kedua pihak.
Prof Agussabti berharap kunjungan tersebut dapat membuka peluang kolaborasi lebih luas di masa mendatang. Itu termasuk program pertukaran mahasiswa, riset bersama, beasiswa, hingga pengembangan inovasi yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dunia. Sedangkan Adriaan Palm dalam kuliah umnya menyampaikan materi bertajuk ‘Indonesia–Netherlands: Partners in a Volatile World – Partners for (Personal) Development’.
Palm menyoroti pentingnya kerjasama global di tengah dinamika dunia yang terus berubah. Itu termasuk peran strategis perguruan tinggi dalam mendorong inovasi, pembangunan berkelanjutan, dan penguatan sumber daya manusia.
Indonesia menurutnya, memiliki posisi penting bagi Belanda. Baik sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik maupun sebagai negara dengan potensi besar dalam pengembangan pendidikan, riset, dan ekonomi.
Belanda juga memandang Indonesia sebagai mitra utama dalam membangun tatanan dunia yang stabil, inklusif. Kemudian berbasis kerja sama internasional.
Adriaan Palm juga memperkenalkan sistem pendidikan tinggi di Belanda yang dikenal kuat dalam inovasi, riset, dan kolaborasi industri.
Ia menjelaskan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dan dosen Indonesia. Mulai dari program beasiswa, riset bersama, pertukaran akademik, hingga penguatan jejaring internasional antar universitas.
Kegiatan guest lecture ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta sivitas akademika USK. Melalui forum tersebut, para peserta memperoleh wawasan mengenai tren pendidikan tinggi global, diplomasi pendidikan, serta peluang pengembangan karir dan studi internasional di Belanda.
USK berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi yang lebih strategis di masa mendatang, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, maupun pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing global. (H-1`)
