Thursday, September 24

Bukan Lagi Soal Followers, Efektivitas Influencer Kini Diukur dari Dampak Bisnis


(Kiri ke kanan) Marcia Julia, Chief Executive Officer PT Eden Kreasi Indonesia & Frebriansyah, Founder PT Eden Kreasi Indonesia.(Dok. PT Eden Kreasi Indonesia.)

STRATEGI influencer atau pemberi pengaruh marketing terus mengalami pergeseran seiring perubahan perilaku konsumen di era digital. Jika sebelumnya kampanye banyak difokuskan untuk menciptakan awareness dan viralitas, kini semakin banyak brand menuntut hasil yang dapat diukur secara langsung terhadap pertumbuhan bisnis.

Perubahan tersebut terjadi di tengah semakin kompleksnya perjalanan konsumen yang berinteraksi melalui berbagai platform digital. Kondisi ini membuat perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan kampanye kreatif, tetapi juga pendekatan pemasaran yang mampu mengintegrasikan media, data, influencer, dan pengukuran performa dalam satu strategi.

Tren tersebut menjadi salah satu latar belakang merger antara MediaScience dan Eden yang diumumkan pada Selasa (2/6). Melalui langkah ini, kedua perusahaan berupaya menggabungkan kapabilitas di bidang digital media buying, media planning, dan performance marketing dengan keahlian influencer marketing, strategi kampanye, serta komunikasi digital berbasis budaya dan komunitas.

Dalam keterangan resminya, perusahaan menilai kebutuhan terhadap solusi pemasaran yang lebih terintegrasi terus meningkat. Seiring berkembangnya platform digital, brand tidak lagi cukup mengandalkan kampanye yang mampu menarik perhatian publik, tetapi juga dituntut menghasilkan dampak bisnis yang terukur.

Chief Executive Officer PT Eden Kreasi Indonesia Marcia Julia mengatakan, perubahan perilaku konsumen membuat brand harus mampu mengikuti dinamika kultur dan percakapan digital yang bergerak sangat cepat. 

“Konsumen saat ini bergerak sangat cepat mengikuti kultur dan percakapan digital yang terus berubah. Karena itu, brand membutuhkan pendekatan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan secara budaya dan terukur secara bisnis,” ujarnya.

Menurut Marcia, penggabungan kekuatan kreativitas, influencer, media, dan performance marketing menjadi semakin penting agar kampanye tidak berhenti pada penciptaan awareness semata. 

“Dengan menggabungkan kekuatan kreativitas, influencer, media, dan performance dalam satu ekosistem. Kami ingin membantu brand, sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” katanya.

Perubahan kebutuhan pasar juga mendorong berkembangnya pendekatan influencer marketing yang semakin berbasis data. Jika sebelumnya pemilihan influencer banyak ditentukan oleh popularitas atau jumlah pengikut, kini efektivitas kampanye semakin diukur berdasarkan relevansi audiens, tingkat keterlibatan, hingga kontribusinya terhadap tujuan bisnis.

Salah satu diferensiasi yang dikembangkan Eden adalah model influencer marketing yang memberikan akses langsung kepada para key opinion leader (KOL) tanpa perantara. Pendekatan ini dinilai dapat meningkatkan efisiensi sekaligus membantu brand menjangkau audiens yang lebih tepat melalui berbagai kategori kreator, mulai dari celebrity influencer hingga micro, nano, dan community-based creators.

Kemampuan tersebut diperkuat melalui Influencer IQ, sistem database KOL yang digunakan untuk memetakan influencer berdasarkan relevansi, performa, dan dampaknya terhadap tujuan kampanye. Pendekatan berbasis data tersebut memungkinkan proses seleksi kreator dilakukan secara lebih presisi dan terukur.

Didirikan pada 2020, Eden telah berkembang menjadi agensi yang menangani lebih dari 30 brand aktif dari berbagai sektor, mulai dari telekomunikasi, e-commerce, nutrisi, personal care, home appliance, otomotif, hingga FMCG. Perusahaan juga didukung lebih dari 30 personel dengan pengalaman gabungan mencapai 36 tahun di industri pemasaran dan komunikasi. Selama kariernya, Marcia telah menangani berbagai kampanye viral dan peraih penghargaan untuk beragam brand, termasuk proyek berskala internasional seperti Asian Games.

Pascamerger, Eden akan beroperasi sebagai digital creative performance agency di bawah WOW Group dengan fokus membantu brand menghadirkan kampanye yang menggabungkan kreativitas, budaya, media, dan performa bisnis secara lebih terintegrasi. (E-1)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *