Thursday, September 24

IPA Convex ke-50 Perkuat Kolaborasi Sektor Hulu Migas Hadapi Tantangan Geopolitik


Direktur Eksekutif Indonesian Petroleum Association (IPA) Marjolijn Wajong (kanan) dan Ketua Panitia IPA Convex 2026 Teresita Listyani dalam acara Press Confrence Road to IPA Convex 2026, di Jakarta, Selasa (12/5/2026).(MI/Ihfa Firdausya)

KONDISI geopolitik global saat ini menjadi tantangan serius bagi Indonesia, khususnya dalam mencapai ketahanan energi nasional. Hal itu berpotensi memunculkan risiko terhadap pasokan energi nasional karena Indonesia masih bergantung dari impor energi untuk memenuhi kebutuhan domestiknya.

Kondisi tersebut mendorong perlunya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri demi memperkuat ketahanan energi nasional, melalui peningkatan produksi dan percepatan eksplorasi di sektor hulu migas.

Indonesian Petroleum Association (IPA), asosiasi para pelaku sektor hulu migas di Indonesia, kembali menyelenggarakan konfrensi dan pameran tahunan IPA Convention and Exhibition atau IPA Convex.

Tahun ini, IPA Convex diadakan untuk ke-50 kalinya dengan mengusung tema ‘50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth’. Acara akan berlangsung pada Rabu-Jumat, 20–22 Mei 2026 ,di ICE BSD City, Tangerang.

“Situasi global saat ini menunjukkan rantai pasok energi sangat rentan terhadap gejolak geopolitik. Indonesia perlu mengantisipasi hal ini dengan memperkuat produksi dalam negeri agar tidak terlalu bergantung pada impor,” ujar Direktur Eksekutif IPA Marjolijn Wajong dalam acara Press Confrence Road to IPA Convex 2026, di Jakarta, Selasa (12/5).

Menurutnya, dinamika geopolitik global saat ini harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan produksi migas dalam negeri. Marjolijn menyebut Indonesia masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi migas nasional.

Lebih dari 50% cekungan migas di Indonesia saat ini belum dieksplorasi. Sebagian besar berada di wilayah timur Indonesia dan laut dalam yang membutuhkan teknologi tinggi serta investasi besar.

Ia menilai tantangan industri hulu migas saat ini tidak hanya terletak pada aspek teknis, tetapi juga pada kebutuhan investasi dan tingginya risiko eksplorasi. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah yang konsisten, kepastian hukum, percepatan perizinan, serta skema fiskal yang kompetitif menjadi kunci utama dalam menarik investor.

“Penemuan cadangan baru menjadi kunci. Tidak cukup hanya mengandalkan proyek yang sudah berjalan. Diperlukan eksplorasi yang lebih agresif serta kolaborasi erat antara pemerintah dan pelaku industri,” katanya.

Ketua Panitia IPA Convex 2026 Teresita Listyani menambahkan, penyelenggaraan IPA Convex ke-50 tahun ini tidak hanya menjadi refleksi perjalanan panjang industri hulu migas nasional. Ia juga menjadi forum strategis untuk membahas masa depan ketahanan energi Indonesia.

“IPA Convex menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, investor, akademisi, hingga generasi muda dalam mendukung ketahanan energi nasional dan menciptakan iklim investasi yang semakin kompetitif,” ujar Teresita.

IPA Convex 2026 akan menghadirkan lebih dari 200 exhibitor dan lebih dari 200 technical presentation yang mencakup berbagai isu strategis di sektor energi, mulai dari eksplorasi, teknologi, transisi energi, hingga investasi hulu migas.

Rangkaian acara utama akan dibuka pada Rabu, 20 Mei 2026 melalui seremoni peresmian yang direncanakan dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Beragam agenda inagurasi yang ada meliputi penandatanganan sejumlah kontrak strategis, laporan Menteri ESDM, serta kunjungan VIP ke area pameran.

Selain pameran dan konferensi utama, IPA Convex 2026 juga menghadirkan berbagai forum strategis seperti Plenary Session, Concurrent Session, dan Innovative Energy Solutions yang yang mempertemukan pemerintah, perusahaan energi global, investor, hingga penyedia teknologi untuk membahas solusi menghadapi tantangan energi masa depan.

“Kami ingin IPA Convex menjadi platform yang menghasilkan kolaborasi nyata dan mendorong percepatan investasi, khususnya di sektor hulu migas Indonesia yang masih memiliki potensi sangat besar,” tambah Teresita. (E-4)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *