Sunday, September 20

Keanu Reeves Minta Hakim Ringankan Hukuman Sutradara yang Sikat Duit Netflix Rp170 Miliar


Keanu Reeves kirim surat kepada hakim memohon keringanan hukuman bagi sutradara Carl Rinsch, yang terbukti bersalah menggelapkan dana Netflix sebesar US$11 juta.(AFP)

AKTOR papan atas Hollywood, Keanu Reeves, mengajukan permohonan kepada hakim untuk meringankan hukuman penjara bagi Carl Rinsch. Sutradara berusia 50 tahun tersebut sebelumnya dinyatakan bersalah karena menggunakan dana anggaran sebesar US$11 juta (sekitar Rp179 miliar) dari Netflix untuk kepentingan pribadi, alih-alih memproduksi serial televisi yang dijanjikan.

Rinsch dinyatakan bersalah atas satu dakwaan penipuan kawat (wire fraud) dan satu dakwaan pencucian uang dalam persidangan yang berakhir pada Desember lalu. Hubungan dekat antara Reeves, 61, dan Rinsch bermula ketika keduanya bekerja sama dalam film 47 Ronin tahun 2013.

“Saya menulis surat ini untuk mendukung Carl Rinsch sehubungan dengan persidangannya yang akan datang. Saya tidak mengetahui detail kasus ini. Namun berdasarkan apa yang saya ketahui tentang Carl, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menulis atas namanya, dengan harapan hukumannya dapat diperlunak dengan tindakan kemurahan hati dan belas kasihan serta keadilan,” tulis Reeves dalam suratnya kepada Hakim Jed S. Rakoff di New York City, berdasarkan dokumen pengadilan tertanggal 1 Mei.

Dipakai Beli Ferrari hingga Spekulasi Kripto

Menurut data Kejaksaan Agung AS untuk Distrik Selatan New York, Rinsch menggunakan dana dari Netflix untuk berspekulasi pada mata uang kripto dan mendanai gaya hidup mewahnya. Aliran dana tersebut di antaranya mengalir sebesar US$1,7 juta untuk tagihan kartu kredit, US$3,3 juta untuk furnitur mewah, US$387.000 untuk jam tangan Swiss, serta US$2,4 juta untuk membeli lima mobil Rolls-Royce dan satu unit Ferrari merah.

Sebelumnya, Netflix dilaporkan telah menggelontorkan dana sekitar US$44 million untuk produksi serial berjudul White Horse. Namun, Rinsch meminta dana tambahan sebesar US$11 juta pada Maret 2020 dengan dalih untuk menyelesaikan proyek tersebut, yang berujung pada penyalahgunaan anggaran. Reeves sendiri diketahui bertindak sebagai investor finansial sekaligus produser dalam proyek fiktif tersebut.

“Menurut pendapat saya, Carl adalah seorang seniman yang luar biasa, dan White Horse, dalam bentuk yang pernah saya lihat, adalah sebuah karya seni yang luar biasa dan visioner, meskipun belum selesai,” tulis Reeves. “Menurut pendapat saya, Carl dapat menyabotase diri sendiri dengan memperbesar skala, ruang lingkup, dan lanskap dari apa yang telah dinegosiasikan, sehingga menempatkan dirinya dan pihak mitra dalam perselisihan.”

Reeves menegaskan pandangannya ini bukan untuk mencari pembenaran atas tindakan kriminal sahabatnya, melainkan untuk memberikan sudut pandang mengenai kondisi psikologis sang sutradara. Masalah kesehatan mental Rinsch memang sempat menjadi sorotan, bahkan Reeves dan kerabat lainnya pernah melakukan intervensi di kediaman Rinsch pada akhir 2019.

Menanti Sidang Putusan

Sidang pembacaan vonis Rinsch dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni mendatang, sementara jaksa penuntut akan memberikan rekomendasi hukuman pada 16 Juni. Rinsch kemungkinan besar akan diwajibkan membayar ganti rugi sebesar US$11 juta kepada Netflix, ditambah tuntutan biaya pengacara dari pihak Netflix sebesar US$4,4 juta.

“Saya berharap Anda dapat memberikan keringanan hukuman bagi pria ini. Sejauh yang Anda anggap pantas, saya percaya keringanan hukuman tersebut akan menjadi tindakan penyembuhan, berdampingan dengan hukuman yang akan ia jalani. Terima kasih atas pertimbangan Anda,” tutup Reeves dalam surat permohonannya. (People/Z-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *