Wednesday, September 23

Kemenhub Investigasi Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki di Palembang yang Tewaskan 16 Orang


Kemenhub Investigasi Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk Tangki.(Dok. Antara)

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) tengah menyelidiki penyebab kecelakaan maut yang melibatkan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Insiden yang terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jayo, pada Rabu (6/5) pukul 12.39 WIB tersebut dilaporkan menelan 16 korban jiwa.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyatakan bahwa pihaknya telah menerjunkan petugas ke lokasi kejadian untuk mendalami penyebab pasti kecelakaan. Tim tersebut berkoordinasi intensif dengan kepolisian, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sumatera Selatan, Dinas Perhubungan setempat, serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Untuk mendalami penyebab kecelakaan tersebut, saat ini Ditjen Hubdat telah menerjunkan petugas ke lapangan,” ujar Aan Suhanan dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia, Kamis (7/5).

Aan menambahkan, saat ini tim gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan proses pendataan lebih lanjut terkait identitas para korban meninggal dunia. Fokus utama saat ini adalah penanganan korban dan pengumpulan bukti-bukti teknis di lapangan.

Menyikapi tragedi ini, Ditjen Hubdat memberikan imbauan keras kepada seluruh perusahaan otobus (PO) untuk memastikan armada yang beroperasi memenuhi persyaratan teknis kelaikan jalan serta kelengkapan administrasi perizinan. Kemenhub menegaskan tidak akan menoleransi pengabaian standar keselamatan transportasi darat.

Selain kelaikan armada, faktor manusia juga menjadi sorotan utama. “Setiap pengemudi wajib dicek kesehatannya, mengecek kondisi kendaraan sebelum beroperasi, dan wajib memiliki kompetensi yang baik dalam mengemudikan kendaraan,” tegas Aan.

Hingga berita ini diturunkan, proses investigasi masih berlangsung guna menentukan apakah kecelakaan dipicu oleh faktor kelalaian manusia (human error), kegagalan teknis kendaraan, atau kondisi infrastruktur jalan. (Z-10)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *