
SEBUAH studi terbaru yang dipublikasikan dalam reviewed preprint di eLife mengungkapkan bahwa kemampuan kepiting berjalan menyamping telah berevolusi sejak 200 juta tahun lalu. Pola gerak unik ini bermula dari nenek moyang yang berjalan maju dan menjadi kunci keberhasilan adaptasi kelompok Brachyura atau kepiting sejati hingga saat ini.
Penelitian yang melibatkan analisis terhadap 50 spesies kepiting ini menggabungkan data pergerakan dengan data filogenetik. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas spesies kepiting sejati kini bergerak menyamping, sebuah inovasi perilaku yang diyakini hanya terjadi satu kali dalam sejarah evolusi mereka.
Penulis senior dari Universitas Nagasaki, Yuuki Kawabata, menjelaskan bahwa pola gerak ini memberikan keuntungan adaptif yang sangat besar bagi kelangsungan hidup kepiting di berbagai habitat.
“Gerakan menyamping mungkin telah memberikan kontribusi signifikan terhadap keberhasilan ekologis kepiting sejati,” ujar Yuuki Kawabata sebagaimana dikutip dari laporan penelitian tersebut.
Keunggulan utama dari cara berjalan ini adalah memungkinkan kepiting untuk bergerak cepat ke berbagai arah secara spontan. Hal ini membuat pergerakan mereka sulit diprediksi oleh predator, sekaligus memudahkan mereka beradaptasi di lingkungan yang beragam, mulai dari laut dalam, perairan tawar, hingga wilayah daratan.
Para ilmuwan mengaitkan kemunculan perilaku ini dengan perubahan lingkungan drastis pada awal periode Jura. Peristiwa besar seperti pecahnya superbenua Pangaea dan meluasnya habitat laut dangkal menciptakan ruang baru bagi spesies ini untuk berkembang dengan strategi pertahanan yang lebih efektif.
Berbeda dengan fenomena “karsinisasi” atau perubahan bentuk tubuh yang bisa terjadi berulang kali pada krustasea, inovasi perilaku seperti cara berjalan menyamping ini tergolong sangat langka. Temuan ini memberikan perspektif baru bagi para ilmuwan mengenai bagaimana evolusi pergerakan hewan berperan krusial dalam dominasi sebuah spesies selama jutaan tahun. (Z-10)
