
MEMBELI mobil baru kini menjadi tantangan finansial yang semakin berat. Harapan konsumen untuk mendapatkan kendaraan dengan harga terjangkau terancam sirna jika perubahan besar dilakukan pada perjanjian perdagangan Amerika Utara (USMCA) oleh pemerintahan Trump.
Ancaman Penarikan Model Mobil Murah
Laporan dari Wall Street Journal mengungkapkan bahwa sejumlah produsen otomotif non-AS mengancam akan menarik model termurah mereka dari pasar Amerika Serikat. Hal ini dipicu oleh rencana Presiden Donald Trump untuk mengakhiri atau mengubah U.S.-Mexico-Canada Agreement (USMCA) sebagai bagian dari kebijakan tarifnya.
Komponen untuk mobil populer seperti Honda Civic dan Toyota Corolla berasal dari ketiga negara anggota USMCA. Sebelumnya, komponen ini bebas bea masuk. Namun kini suku cadang non-AS menghadapi ancaman tarif sebesar 25%. Christian Meunier, Chairman Nissan Americas, menyatakan bahwa tarif tersebut secara perlahan, “Membunuh mobil-mobil terjangkau kami.”
Hilangnya Era Mobil di Bawah US$20.000
Data menunjukkan betapa krusialnya peran produsen asing dalam menyediakan opsi hemat bagi konsumen Amerika:
- 8 dari 10 mobil baru termurah di AS diproduksi oleh pabrikan asing.
- Rata-rata harga mobil baru mencapai US$49.191 (sekitar Rp770 juta) pada Januari tahun ini.
- Mobil murah seperti Hyundai Venue dijual seharga US$20.550 (sekitar Rp360 juta), hampir setengah dari harga rata-rata pasar.
Menurut Kelley Blue Book, era mobil baru di bawah US$20.000 mungkin telah berakhir. Mitsubishi Mirage telah dihentikan produksinya pada akhir 2024, menyisakan Nissan Versa sebagai satu-satunya opsi di kisaran harga tersebut. Namun, harga jual rata-ratanya kini merangkak naik ke angka US$22.315 karena preferensi konsumen pada level trim yang lebih tinggi.
- Truk Pick-up Full-size: Di atas US$70.000
- SUV Kompak: Rata-rata US$36.414
- Mobil Bekas: Rata-rata US$25.287
Strategi Konsumen di Tengah Ketidakpastian
Meskipun produsen asing mengancam akan menghentikan rilis model murah, dampaknya tidak akan dirasakan secara instan karena stok di dealer masih tersedia. Namun, konsumen disarankan untuk mulai mempertimbangkan alternatif lain:
- Pasar Mobil Bekas: Meskipun harga mulai merangkak naik (indeks Manheim menunjukkan kenaikan 6,2% dibanding tahun lalu), mobil bekas tetap menjadi opsi yang lebih masuk akal secara finansial.
- Pemilihan Tipe Kendaraan: Beralih dari SUV besar atau truk ke SUV kompak dapat menghemat puluhan ribu dolar.
- Loyalitas Merek: Honda menyatakan komitmennya untuk tetap menjual Civic di AS meskipun kesepakatan perdagangan gagal, walaupun harga kemungkinan besar akan terkoreksi naik.
Ketidakpastian mengenai masa depan USMCA menempatkan industri otomotif dalam posisi sulit. Tanpa kepastian perdagangan bebas di Amerika Utara, pilihan bagi konsumen beranggaran terbatas akan semakin menyempit, memaksa mereka masuk ke pasar mobil bekas yang harganya juga terus meningkat. (Money Wise/I-2)
