Wednesday, September 23

Gubernur Sinaloa Mundur terkait Dakwaan Kartel Narkoba AS


Ilustrasi.(Magnific)

GUBERNUR Sinaloa, Ruben Rocha Moya, secara resmi memutuskan untuk mundur sementara dari jabatannya. Langkah besar ini diambil setelah otoritas Amerika Serikat (AS) merilis dakwaan terkait dugaan keterlibatannya dengan kartel narkoba yang berpengaruh di wilayah tersebut.

Keputusan pengunduran diri tersebut diumumkan pada Jumat (2/5), menyusul dibukanya dokumen dakwaan resmi di pengadilan AS yang menyeret namanya beserta sembilan pejabat tinggi Meksiko lainnya. Rocha, yang menjabat sebagai gubernur sejak 2021, menyatakan langkah ini diambil guna memfasilitasi proses hukum yang sedang berjalan.

Dugaan Aliansi dengan Faksi Los Chapitos

Dalam dokumen dakwaan yang dirilis jaksa di New York, Rocha dituduh memberikan dukungan strategis kepada faksi Los Chapitos. Kelompok ini merupakan faksi kuat dalam Kartel Sinaloa yang dipimpin oleh anak-anak dari gembong narkoba legendaris, Joaquin ‘El Chapo’ Guzman.

Pihak berwenang AS menduga Rocha menjalin komunikasi gelap dengan kelompok tersebut menjelang pemilihan umum. Beberapa poin krusial dalam dakwaan tersebut meliputi:

  • Janji dukungan politik dan penempatan pejabat yang berpihak pada kepentingan kartel.
  • Dugaan manipulasi pemilu melalui aksi pencurian kotak suara.
  • Intimidasi hingga penculikan terhadap lawan-lawan politik.
  • Penerimaan dana jutaan dolar sebagai imbalan atas perlindungan hukum bagi pimpinan kartel.
Status Kepemimpinan Sinaloa:

Pasca pengunduran diri Rocha, Parlemen lokal Sinaloa telah menunjuk Sekretaris Pemerintahan, Yeraldine Bonilla Valverde, sebagai gubernur sementara untuk menjaga stabilitas pemerintahan di wilayah tersebut.

Bantahan Rocha dan Sikap Pemerintah Meksiko

Melalui pesan video, Ruben Rocha Moya membantah keras seluruh tuduhan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengunduran dirinya bukan merupakan pengakuan bersalah, melainkan bentuk kepatuhan terhadap hukum.

“Permintaan saya untuk mundur sementara bertujuan memfasilitasi tindakan otoritas Meksiko dalam penyelidikan ini. Hati nurani saya bersih, seluruh perjalanan hidup saya menjadi bukti atas apa yang saya katakan,” tegas Rocha sebagaimana dilansir dari CNN, Minggu (3/5).

Di sisi lain, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memberikan pernyataan tegas terkait kasus ini. Ia menjamin bahwa pemerintahannya tidak akan memberikan perlindungan kepada siapa pun yang terbukti melanggar hukum.

“Pemerintah tidak akan melindungi siapa pun yang melakukan kejahatan,” ujar Sheinbaum. Meski demikian, ia menekankan bahwa proses hukum sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kejaksaan Agung Meksiko.

Hingga saat ini, Kejaksaan Agung Meksiko menyatakan belum menemukan bukti yang cukup untuk menahan Rocha terkait permintaan ekstradisi dari AS. Pihak kejaksaan masih menunggu tambahan bukti dari otoritas Amerika Serikat sebelum mengambil langkah hukum lebih lanjut di wilayah kedaulatan Meksiko.

Kasus ini semakin mempertegas kompleksitas konflik antara pemerintah dan kartel narkoba di Meksiko, terutama setelah Kartel Sinaloa terpecah menjadi faksi-faksi yang saling bertikai pasca penangkapan El Chapo. (I-2)



Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *